Jumat, 29 November 2019

Published November 29, 2019 by with 0 comment

Obat Keracunan Makanan untuk Pertolongan Pertama


Obat Keracunan Makanan untuk Pertolongan Pertama

Memiliki anak kecil, Anda sebagai orang tua harus membekali diri dengan berbagai informasi khususnya mengenai kesehatan. Si kecil bukan hanya masih memiliki tubuh yang lebih rentan penyakit namun juga kebiasaan-kebiasaan khas anak-anak yang bisa mendatangkan masalah kesehatan. Sebagai contoh adalah kebiasaan anak memasukkan benda-benda ke mulutnya meski itu makanan ataupun tidak. Kebiasaan lainnya adalah si kecil selalu ingin makan makanan yang terlihat enak meski sebenarnya isi makanan tersebut tidak sehat. Akibatnya si kecil rawan keracunan makanan yang menyebabkan dia diare ataupun gejala keracunan lainnya. jika hal ini terjadi, sebelum membawa si kecil ke dokter, Anda sebaiknya sudah memiliki pengetahuan tentang obat keracunan makanan yang bisa digunakan sebagai pertolongan pertama di rumah.

Keracunan makanan juga bisa terjadi pada orang dewasa. Agar Anda bisa mengetahui apakah anak Anda keracunan, kenali dahulu tanda-tanda keracunan sebagai berikut:

  • Mual.
  • Muntah.
  • Diare.
  • Perut sakit melilit.
  • Badan demam.

Jika gejala ini berlangsung setelah 12 hingga 72 jam dari konsumsi makanan baru, bisa dipastikan gejala tersebut merupakan akibat dari racun yang bisa berupa parasit, kuman maupun bakteri. Jika hal ini terjadi, langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah dengan memberikannya obat keracunan yang mudah ditemukan di dalam rumah. Berikut ini adalah obat keracunan yang bisa Anda berikan pada si kecil.

  1. Menangani mual muntah.
Agar mual muntah tidak semakin parah, jangan berikan makanan kasar kepada si kecil. Berikan bubur, pisang, biskuit dan makanan lain yang berasa tawar dan mudah diserap tubuh. Beri air minum dalam jumlah yang banyak untuk menghindari dehidrasi. Jangan berikan makanan pedas dan yang digoreng.

  1. Obat pada bayi.
Jika yang keracunan masih bayi atau balita, segera berikan asi semua bayi agar bisa menetralisir racun yang masuk dan memberi perut bayi makanan yang dikenalnya.

  1. Obat pada anak-anak.
Untuk anak yang sudah bisa mengkonsumsi makanan biasa, berikan makanan berikut ini sebagai obat anti racun yang mudah ditemukan di rumah:

·         Air kelapa hijau.
Selain untuk mengatasi dehidrasi karena air kelapa hijau kaya akan mineral terlarut, juga untuk menetralisir racun yang mungkin masuk ke dalam tubuh.

·         Buah-buahan.
Beri buah-buahan pada anak sebanyak yang ia bisa konsumsi. Jenis buah yang disarankan adalah pisang, apel dan pepaya.

·         Sup ayam.
Sup ayam mengandung protein yang terlarut di dalam kuahnya sehingga mudah diserap oleh tubuh. Selain itu juga mengandung obat penetralisir alami yang dibutuhkan.

·         Sayuran rebus.
Saat masih diare dan mual, sebaiknya ganti pola makan biasa dengan makanan tanpa bumbu. Salah satunya adalah sayuran rebus seperti wortel, mentimun, dan lainnya. Anda juga bisa memberi bumbu dengan menambahkan minyak zaitun.

Selain memberi anak obat keracunan makanan di atas, jaga agar si kecil beristirahat karena saat muntah dan diare anak cenderung lemas akibat dehidrasi. Beri larutan oralit jika diperlukan dan segera bawa ke dokter jika gejala tak kunjung membaik setelah 2 hari. Obat anti diare ataupun anti mual muntah sebaiknya tak Anda berikan sendiri pada anak karena diare dan muntah merupakan mekanisme alami tubuh untuk mengatasi keracunan agar racun bisa dikeluarkan dengan sempurna. Jaga kebersihan makanan yang dikonsumsi si kecil dan dampingi aktivitasnya untuk mengurangi resiko keracunan di kemudian hari.



      edit

0 komentar:

Posting Komentar